Berita Inforamsi Bola Terbaru 2022
Optimalkan Kinerja Operasi, Pertamina Komitmen Jaga Ketahanan Energi Nasional | Pertamina Jaring Putra-Putri Riau Bekerja di PHR WK Rokan | Digital Banking Apps Paling Digemari, BRImo Catatkan Kenaikan Transaksi 136,5% | Sambut Bulan Kemerdekaan, Ada Berbagai Promo Menarik dari Luminor Hotel Purwokerto | Citayam Fashion Week: Magnet Subkultur Baru Muda Mudi di Jakarta | Dari Jogging hingga Hangout, Mix and Match Sports Shoes Bikin Gaya Naik Level | 3 Rekomendasi Cat Rambut yang Bagus dan Aman untuk Remaja | 17 Menit Sebelum Terjadi Baku Tembak dan Tewas, Brigadir J Telepon Kekasihnya | Kunjungi Proyek Gas JTB, Menteri ESDM Semangati Tim Menuju Fase Produksi | Penyaluran KUR BRI Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat | Dapoer Mama Bunur Punya Lumpia dan Pastel Legend, Food Lovers Depok Wajib Coba! | Setelah Shared Services, Pertamina Jadikan Digitalisasi Backbone Perusahaan | Wajah Sehat saat Aktivitas Padat , 3 Produk Daily Routine Emina Ini Jadi Rahasianya | Simpel dan Elegan, Model Kebaya Modern Ini Cocok Buat Acara Wisuda | Gernas BBI 2022 Kalsel: Pertamina Dukung Percepatan Pemulihan UMKM Pasca Covid-19 |
Home Sitemap Cari disclaimer Contack Me  

Ada Larangan Main HP di SPBU, Amankah Buka Aplikasi MyPertamina Saat Beli Pertalite?

Oleh : Rista Simbolon (Via Kompas.com ) | Diterbitkan 1 month ago | Short link: https://ristabola.com/9964903

Bagikan Ke : Facebook Twitter


Ada Larangan Main HP di SPBU, Amankah Buka Aplikasi MyPertamina Saat Beli Pertalite?

KOMPAS.com - Pertamina Patra Niaga, Sub Holding Commercial & Trading PT Pertamina (Persero) akan menguji coba sistem pembelian Pertalite dan Solar bagi masyarakat yang sudah mendaftar lebih dulu ke sistem MyPertamina.

Aturan ini bertujuan agar penyaluran bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dapat tepat sasaran.

Uji coba pembelian Pertalite dan Solar dengan mendaftar ke sistem MyPertamina akan dimulai per 1 Juli 2022 mendatang. Nantinya, masyarakat harus mengakses aplikasi atau situs web MyPertamina lewat ponsel ketika hendak membeli Pertalite atau Solar.

Hal tersebut pun memantik pertanyaan, "amankan menggunakan aplikasi MyPertamina di ponsel ketika membeli Solar dan Pertalite?".

Sebab, selama ini, ada larangan penggunaan ponsel di area stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

Peneliti dari Pusat Penelitian Elektronika dan Telekomunikasi LIPI, Yuyu Wahyu pun angkat bicara terkait hal ini. Menurut Yuyu, secara teknis, penggunaan aplikasi MyPertamina untuk membeli Pertalite dan Solar di pom bensin itu termasuk aman.

Dia menjelaskan, ketika membeli bahan bakar minya (BBM) termasuk Pertalite dan Solar lewat aplikasi MyPertamina, ponsel pengguna otomatis terhubung ke koneksi internet.

Gelombang elektronomagnetik dari koneksi internet ini sangat kecil sehingga, secara teori, tidak menimbulkan api.

"Setiap hari, kita dihujani gelombang elektromagnetik dari BTS (4G/5G), satelit, TV terestrial, dengan frekuensi yang berbeda-beda," kata Yuyu.

"Tetapi selama ini aman karena memang sinyalnya memiliki daya kecil, yakni -100 dBm (decibel-milliwatts). Itu nggak apa-apa. Kalau tidak aman, sudah kebakaran," lanjut Yuyu saat dihubungi KompasTekno, Selasa (28/6/2022).

Nah, ketika menggunakan MyPertamina di pom bensin, pengguna juga perlu melakukan pembayaran dengan memindai (scan) barcode dengan kamera ponsel. Yuyu mengatakan, aktivitas tersebut juga tidak menimbulkan api yang dapat memicu kebakaran.

"Secara teknis aman, itu hanya optical atau pakai kamera saja. Jadi tidak ada transmisi power antara BTS/ponsel," kata Yuyu.

Larangan penggunaan HP untuk menelepon di SPBU

Dihubungi secara terpisah, Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga (Sub Holding Commercial & Trading Pertamina) Putut Andriatno menjelaskan, larangan penggunaan HP di SPBU yang dimaksud hanya melakukan dan menerima panggilan telepon saja.

Pertamina menyampaikan bahwa pelarangan penggunaan HP di area SPBU sifatnya untuk mencegah pemakaian HP yang tidak bertanggungjawab, yang dapat menimbulkan keadaan darurat seperti percikan api.

"Dapat kami sampaikan, larangan penggunaan portable electronic product adalah untuk panggilan masuk atau keluar," ujar Putut kepada Kompas.com.

Yuyu sepakat dengan larangan itu. Sebab, ketika menerima atau melakukan panggilan telepon, ada transmisi besar yang dipancarkan atau diterima oleh ponsel.

Yuyu menegaskan, penggunaan aplikasi MyPertamina untuk membeli BBM di pom bensin ini pakai "mode" yang berbeda dengan aktivitas panggilan telepon yang dilarang tersebut.

"(Keduanya) berbeda. Kalo kita menelepon orang ada transmisi besar lewat BTS. Kalau scan barcode MyPertamina ini beda modenya dan tidak ada transmisi sinyal ke BTS," kata Yuyu.

"Jadi, menurut saya aman (menggunakan aplikasi MyPertamina untuk membeli BBM di SPBU)," pungkas dia.

Risiko percikan api dari baterai ponsel

Yuyu mengatakan, sebenarnya kasus kebakaran di pom bensin akibat ponsel ini jarang terjadi. Meskipun demikian, dia juga tidak bisa menjamin bahwa penggunaan ponsel di area SPBU itu benar-benar aman dan bebas percikan api.

Sebab, menurut Yuyu, hingga kini belum ada penelitian empiris yang membuktikan bahwa penggunaan ponsel di area SPBU itu dapat menyebabkan kebakaran, atau sebaliknya, tidak menyebabkan kebakaran.

"Yang saya khawatirkan itu justru apinya itu timbul dari handphone. Mungkin ada bad contact di sekitar baterai, kemudian ada percikan api," kata Yuyu.

"Sedikit saja (ada percikan api) itu kan bisa memicu kebakaran, karena di area SPBU itu ada uap bensin," imbuh dia.

Untuk itu, Yuyu menyarankan pemerintah untuk melakukan pilot test atau uji coba terkait penggunaan aplikasi MyPertamina di pom bensin dengan berbagai macam model ponsel yang ada di pasaran.

"Saya juga menyarankan Pertamina untuk melakukan riset dan sertifikasi soal keamanan penggunaan ponsel di area SPBU," kata Yuyu.

Pihak Pertamina mengungkapkan, penggunaan aplikasi MyPertamina bagi masyarakat yang akan membeli Pertalite sejauh ini sudah masuk dalam tahap kegiatan percontohan atau pilot project di beberapa SPBU dan akan dilanjutkan dengan uji coba.

Hal tersebut diungkapkan secara terpisah oleh anggota Komite BPH Migas Saleh Abdurrahman.

Saat ditanya soal kepastian kapan aturan beli Pertalite akan wajib menggunakan aplikasi MyPertamina, Saleh belum memberikan jawaban yang pasti. Namun demikian, Saleh menjelaskan keputusannya akan melihat dari hasil pilot project yang sedang dilakukan oleh Pertamina.

"Kita tunggu hasilnya sekitar Juli sampai dengan Agustus 2022 ya," kata Saleh.

Saat ditanya soal mekanismenya seperti apa, pihak Pertamina juga belum bisa menjelaskan lebih lugas. Namun dipastikan akan ada sosialisasi dan pengguna kendaraan diminta untuk melakukan registasi lebih dulu.




                                5 Tips Dampingi Remaja Memilih Idola, Gak Boleh Asal Tenar

5 Tips Dampingi Remaja Memilih Idola, Gak Boleh Asal Tenar


Sumutkota.com IDN Times ... Read More →


                                11 Foto Jadul Ruben Onsu dan Olga Syahputra, Dulu Pernah Ngekos Bareng

11 Foto Jadul Ruben Onsu dan Olga Syahputra, Dulu Pernah Ngekos Bareng


Sumutkota.com POPMAMA.COM ... Read More →

Artikel Lainnya















Bagikan Ke : Facebook Twitter Google+

CONTENT

Latest Update

  • Jadwal Kiblat Bola
  • BRI LIGA 1
  • Jadwal Bola Siaran Langsung
  • Jadwal Liga Spanyol Malam Ini
  • Jadwal Liga Italia
  • jadwal bola malam ini
  • Jadwal Liga Inggris
  • Jadwal Bundesliga Jerman

  • Cinta





    
                            20 Drakor Perselingkuhan, Bikin Geram dan Emosi!

    20 Drakor Perselingkuhan, Bikin Geram dan Emosi!


    Sumutkota.com ... Read More →









    
                            5 Cara Buat Mantan Menyesal, Pamerkan Kebahagiaanmu!

    5 Cara Buat Mantan Menyesal, Pamerkan Kebahagiaanmu!


    Sumutkota.com ... Read More →



    Nasional

    » Gempa Bumi Hari Ini

    menu


    Tempo LIPUTAN DAIRI CNN Zodiak
    © 2017 - 2022 ristabola.com | Pers | V.DB: 3.50 | All Right Reserved


    DMCA.com Protection Status


    Page loads : seconds